PACARKU GAMER!

Hai people! it's me, Lintang. Saya habis melakukan survey kecil-kecilan nih tentang "pacarku gamers" ke kaum wanita. Hampir 90% dari mereka (malah) curhat ke saya tentang pacarnya dan game-nya... hihihi 


Tulisan ini terbuka untuk siapa saja yang mau sharing gimana sih rasanya pacaran dengan mereka? 
oke, saya mau berbagi pengalaman saya.

Game merupakan sebuah hiburan berbentuk multimedia yang di buat semenarik mungkin agar pemain bisa mendapatkan sesuatu sehingga adanya kepuasaan batin (gitu katanya eyang Wiki ) karena game ini memiliki sifat yang "menghibur" (dan menimbulkan kepuasan batin) maka tidak sedikit manusia di muka bumi ini menyukai game. Terutama kaum pria.

Pasangan saya sangat menyukai game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) dalam game ini pemain mengkontrol satu karakter dalam sebuah tim. Saya bisa melihat dia kecanduan dengan game seperti ini: setiap malam dia lebih memilih membuka game ini daripada berkomunikasi / bercanda dengan saya di malam hari (fyi, saya ldr) padahal ada yang mengatakan "kunci keberhasilan LDR itu saling percaya dan komunikasi yang terus dijaga"
Saat berkenalan, saya sudah bisa memastikan manusia ini sangat menyukai game dan kemudian saya memikirkan beberapa resiko yang mungkin akan saya hadapi ketika saya sudah pacaran. Apa yang dipikirkan ternyata benar, saya sudah mencapai saat di mana saya "ditinggal" untuk bermain dan merasakan resiko-resiko itu.



terus kenapa masih bertahan?

Dia menerima saya dan kami sama-sama menjaga apa yang sudah kami bangun. Dia menerima segala kelakuan saya yang tidak seperti wanita pada biasanya dan merasa terhibur sekaligus bersyukur dengan adanya saya di kehidupannya.

jika terus-menerus main, bagaimana caranya berkomunikasi?

Saya memiliki cara dan saya membuat cara ini juga karena adanya sebuah pola dari dia. Menggunakan sistem jam. Sebenarnya, pacar saya tidak menyukai sistem ini dan pasti mengatakan "kalau mau jam-jaman, kamu buka warnet aja sana!" tetapi pola ini terulang terus-menerus dan saya bisa menentukan kapan saya bisa curhat, dan kapan saya hanya bercanda ringan. Jam aktivitasnya adalah jam 14.00 - 05.00. Jam 06.00 - 13.00 adalah jam tidur. "Golden Time" saya adalah jam 14.00 - 18.00 sisa waktu berikutnya adalah waktu dia bermain hingga jam 04.00. Saya biasanya memanfaatkan golden time semaksimal mungkin dengan menceritakan apa yang "terjadi" selama dia tertidur, bercanda, dan sharing atau mendiskusikan sesuatu dengan perdebatan kecil yang sebenarnya hal itu tidak terlalu penting. Tetapi kami sama-sama menikmatinya. Jika saya dihubungi jam diluar golden time berarti itu bonus. Setelah jam 18.00 saya mempersilahkan pacar saya menghabiskan waktunya bersama dengan game dan teman-temannya.

kalau ada sesuatu yang urgent yang terjadi di luar jam "golden time" itu gimana?

Saya akan langsung menelepon dan to the point mengatakan masalahnya apa (hanya untuk masalah yang sangat gawat). Dengan cepat dia memberikan bantuan. Kemudian kami masing-masing melanjutkan aktivitas masing-masing. Saya percaya bahwa dia akan membantu ketika kesusahan dan hal ini mendorong saya untuk tidak selalu bergantung pada pasangan. Berusaha untuk mandiri.

gimana caranya biar gak nyariin?

cari kesibukan sendiri atau masuk ke dunianya dia. Walaupun gak paham, tapi mereka bakalan bantuin kalian sampai paham dan saya yakin kaum pria sangat senang sekali.

Punya pacar gamer itu asik: gak over-protektif, kalau lagi sama-sama fokusnya bakalan ke kamu, kreatif.

0 shout(s) ♫:

 
Lovingly designed by Tasnim