Happy Birthday!



HAPPY BIRTHDAY
MARCELLA n WULAN
moga panjang umur dan sehat selalu :)

yah kemaren pestanya Marcella asik BANGET!
pertama makan-makan di KFC. Truz foto-foto di PhotoBox. Kami (gw dan kawan-kawan) foto di sono sebanyak 4 kali dengan mempersembakan *jiah* 24 gaya yang berbeda. Saking keasikan foto-foto di foto box ternyata ada orang yang nunggu lamaaaaa banget ampe akhirnya orang itu #menyerah. HAHAHAA!

hasil foto di PhotoBox:
yg berkacamata itu adalah SAYA!

*editannya jelek gara-gara sering ga sengaja kepencet 

lalu, karena kepanasan dalam "box" itu, kami go to Cinema21 buat numpang AC *gila!* di sana kami juga numpang foto-foto. Pokok-e rombongan gw narsis abiz!

abiz puas jalan-jalan di Naughty kami balik lagi ke PhotoBox buat bernarsis ria lagi  dan akhirnya gw ngajak temen-temen pergi main ke Amazone! *soalnya gw bosenn banget foto-foto terus* gw bersenang - senang di sana sampai jam 4 sore

sampai rumah gw liat-liat sillyband yg gw beli

tuh sillyband gambarnya makhluk purba semua 
tapi bagusnya, sillybandnya ini bisa nyala di tempat gelap
asekkk 



sampai rumah, gw kepikiran Wulan pengen gw kasih apa... gw lupa beliin kado dan sukur aja gw inget sama sillyband gw. Jadi silly bandnya gw bagi sama Wulan. Jadi bisa kembaran deh


sebenarnya ada banyak foto-fotonya cuman foto nya itu ada di handphone temen gw


Hi-atus

udah berapa lama ya gw ga buka blog?
hmmm... 1 hari? 1 minggu? 1 bulan? atau 1 taon?
hahahaha~ *sarapph*

Gw hiatus ini gara-gara... taulahh ulangan~
sekarang gw lagi menjalani masa ulangan sekolah. Truz nanti Aprilnya UN dah... hmmmpphh~
*sabarrr*

tadi gw jalan-jalan *sekalian refreshing gituhh* dan alhasil gw beli

ini serial terakhirnya ahahahhah... gw ngincer
bgt nih komiknya soalnya gue udah stadium ke 10 
penyakit "kepenasaran" gw ahahaha

and 

bukunya ini menurut gw bgsssss banget!
cerita-ceritanya ituh membuka pintu hati gw
*cieee*

Film: Rumah Tanpa Jendela

kemaren gw nonton ini nih...

wah... GILA! film nya nih BAGUS BGT! sampe gw mau nangis 

ceritanya begini:
Rara (Dwi Tasya) gadis kecil berusia 8 tahun, sangat ingin punya jendela di rumahnya yang kecil berdinding tripleks bekas di sebuah perkampungan kumuh tempat para pemulung

 Neneknya Rara (Inggrid Widjanarko) yang sakit-sakitan dan ayahnya, Raga (Raffi Ahmad) yang berjualan ikan hias dan tukang sol sepatu, tidak cukup punya uang untuk membuat atau membeli bahkan hanya selembar daun jendela dan kusennya saja. Rara juga punya Bude, yaitu Bude Asih (Yuni Shara)

Bersama teman-temannya sesama anak pemulung, sebelum ngamen atau ngojek payung jika hari sedang hujan, Rara sekolah di tempat sederhana khusus untuk anak jalanan. Bu Alya (Varissa Camelia)  satu-satunya pengajar sukarelawan disitu yang membimbing dan membina anak-anak pemulung tersebut.

Di tempat lain, di perumahan mewah kota Jakarta adalah Aldo (Emir Mahira)  anak lelaki berusia 11 tahun yang sedikit terbelakang, merindukan seorang teman di tengah keluarganya yang sibuk dengan urusannya masing-masing. Ia anak bungsu dari pengusaha sukses, Pak Syahri (Aswin Fabanyo) dan Nyonya Ratna (Alicia Djohar). Kehadiran Nek Aisyah (Ibu Pak Syahri) menjadi penghiburan untuk Aldo. Nek Aisyah (Aty Cancer Zein) sangat menyayanginya.

Suatu hari, Aldo berkenalan dengan Rara yang saat itu tengah mengojek payung dan terserempet mobil Aldo. Sejak itu mereka menjadi akrab. Perkampungan kumuh tempat Rara tinggal terjadi kebakaran dan neneknya Rara terkena TB sehingga pingsan di dalam rumah yang disekitarnnya masih banyak api dan akhirnya di bawa ke rumah sakit. Sementara di rumah Aldo semua panik karena karena Aldo minggat dari rumah, kecewa dengan sikap kakaknya yang terang-terangan mengatakan merasa malu memiliki adik seperti dirinya.

Hingga akhirnya Aldo kabur dari rumah dan pergi ke tempat nenek Rara dirawat. Sampai di RS, Aldo mengajak Rara makan maka mereka pergi ke sebuah rumah makan. Mereka membawa makanannya ke sebuah rumah tua yang gelap.

Selesai makan mereka tertidur hingga akhirnya mereka terbangun karena terkejut dengan suara seorang laki-laki yang sangat tua. Mereka ketakutan dan lari menuju ke tempat les melukisnya Aldo. Maka, Rara dan Aldo tertidur di situ.

Pagi-pagi penjaga tempat les melukis melihat mereka berdua keiduran di teras depan. Penjaga tersebut membangunkan mereka berdua dan membawa mereka masuk. Guru les Aldo menelepon keluarga Aldo untuk memberikan informasi di mana Aldo berada dan akhirnya Aldo bertemu dengan keluarganya.
 
Lovingly designed by Tasnim